Sabtu, 25 Juli 2015

Sekilas ECTA (Ecoreindly Trophic Aquaculture)

Udang merupakan komoditas unggulan dari Indonesia dan telah menjadi primadona ekpsor beberapa tahun terakhir.Menurut data dari shrimpnews.com volume ekspor Indonesia ke Amerika serikat sebagai konsumen terbesar produk udang mencapai 61.689 ton pada triwulan pertama 2015 atau meningkat 21% dari tahun lalu atau sekitar US $ 302.787.000 nilai ekspor udang putih khususnya. Nilai ekspor ini akan cenderung meningkat seiiring dengan membaiknya perekonomian Amerika Serikat dan Tiongkok sebagai kekuatan baru perekonomian asia. Harga udang putih yang cenderung lebih tinggi dibandingkan komoditas perikanan lainnya dan waktu budidaya yang relatif singkat antara 2,5-3 bulan membuat usaha udang menjadi salah satu usaha yang prospektif.
Prospektif usaha udang pada umumnya tidak sejalan dengan pengelolaan lingkungan yang baik sehingga menimbulkan berbagai penyakit bagi udang budidaya sendiri. Sistem budidaya yang cenderung intensif kurang memperhatikan aspek lingkungan sehingga terjadinya penurunan daya dukung lingkungan di berbagai sentra kawasan udang bahkan ada yang cenderung mangkrak. Saya berpikir untuk menjebatani antara permintaan pasar yang cukup baik dan pengelolaan lingkungan yang baik melalui budidaya sistem ECTA (Eco Trophic Aquaculture) pada usaha budidaya udang putih.
 ECTA merupakan sistem yang tetap mengedepanan ekosistem lokal sebagai salah satu bagian budidaya. Intinya adalah lebih kepada meningkatkan daya dukung lingkungan dengan membudidayakan udang sebagai komoditas utama dengan bandeng sebagai kontol plankton serta tetap memperhatakan tumbuhan bakau sebagai shelter, pengurai bahan organik dan nursery udang, selain itu penambahan bakteri sebagai pengurai bahan organik sehingga dapat mengurangi risiko budidaya akibat penyakit. Sistem ECTA dapat diterapkan salah satunya wilayah kecamatan Legon Kulon, Pamanukan, Subang, Jawa Barat melihat potensi tambak yanng kurang produktif saya berpikir untuk menerapkan sistem ECTA di wilayah ini. ECTA tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tetapi berdampak bagi ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja karena bisnis ini merupakan padat karya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar